Wednesday, 11 December 2013

teory florence nightingale


PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Latar belakang dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Keperawatan Dasar ( IKD ). Sejak adanya sejarah kehidupan manusia di bumi ini, manusia telah berusaha mengumpulkan fakta. Dari fakta ini kemudian disusun dan disimpulkan menjadi berbagai teori, sesuai fakta yang di kumpulkan tersebut. Teori – teori tersebut kemudian digunakan untuk memahami gejala – gejala alam dan kemasyarakatan yang lain. Sejalan dengan perkembangan kebudayaan, sosial, politik, ekonomi dan teknologi umat manusia, teori – teori tersebut makin berkembang baik kualitas maupun maupun kuantitasnya, seperti apa yang telah kita rasakan sekarang ini. Makalah ini membahas tentang Teori Florence Nigthingale, yang didalamnya berisi tentang isi dari teori Nightingale, pembahasan teori, dan contoh peran perawat berdasarkan teori Nightingale. Apa yang berada dalam makalah ini sangat bermanfaat dan berguna terutama bagi seorang perawat. Teori Nightingale adalah teori yang mengemukakan tentang lingkungan. Florence Noghtingale sendiri adalah perawat yang pertama kali ada di dunia dan beliau di kenal sebagai wanita yang pantang menyerah dalam merawat pasien dan memiliki jiwa penolong serta sangat berperan penting dalam perkembangan ilmu keperawatan. Teori dari Florence nightingale sangatlah bermanfaat bagi para perawat terutama pada saat kita merawat pasien. Mungkin pada saat kita merawat pasien kita melupakan faktor lingkungan di sekitar pasien, padahal lingkungan sangatlah berpengaruh dalam penyembuhan pasien. Pasien sangatlah membutuhkan kenyamanan dan ketenangan pada saat dia di rawat. Semoga dengan adanya makalah ini dapat menjadi bahan perhatian kita semua.
B. MANFAAT
Manfaat dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Menambah pengetahuan kita sebagai mahasiswa perawat tentang teori Nightingale
2. Menjadi penyemangat dan menambah kinerja kita sebagai perawat agar seperti Florence Nightingale yang tidak pantang menyerah dalam dalam merawat pasien dan memperjuangkan nasib perawat.
3. Dapat menjadi inspirasi kita dalam praktik keperawatan
4. Menjadi dasar bagi mahasiswa perawat
5. Untuk puskesmas, rumah sakit, posyandu dan lain- lain, makalah ini sangat lah bermanfaat karena lingkungan merupakan hal yang harus di perhatikan dalam perawatan pasien.

BAB II
ISI
ISI TEORI
Konsep Nightingale menempatkan lingkungan sebagai fokus asuhan keperawatan dan perhatian di mana perawat tidak perlu memahami seluruh proses penyakit merupakan upaya awal untuk memisahkan antara profesi keperawatan dan kedokteran.
Nightingale tidak memandang perawat secara sempit yang hanya sibuk dengan masalah pemberian obat dan pengobatan, tetapi lebih berorientasi pada pemberian udara, lampu, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan dan nutrisi yang adekuat ( Nightingale, 1860; Torres, 1986 ). Melalui observasi dan pengumpulan data, Nightingale menghubungkan antara status kesehatan klien dengan faktor lingkungan dan, sebagai hasil, yang menimbulkan perbaikan kondisi higiene dan sanitasi selama perang Crimean.
Torres mencatat ( 1986 ) mencatat bahwa nightingale memberikan konsep dan penawaran yang dapat divalidasi dan digunakan untuk menjalankan praktik keperawatan. Nightingale dalam teori deskripsinya memberikan cara berpikir tentang keperawatan dan kerangka rujukan yang berfokus pada klien dan lingkungannya ( Torres, 1986). Surat Nightingale dan tulisannya tangannya menuntun perawat untuk bekerja atas nama klien. Prinsipnya mencakup bidang pelayanan, penelitian, dan pendidikan. Hal paling penting adalah konsep dan prinsip yang membentuk dan melingkupi praktik keperawatan (marriner – tomey, 1994). Nightingale berpikir dan menggunakan proses keperawatan. Ia mencatat bahwa observasi [pengkajian] bukan demi berbagai informasi atau fakta yang mencurigakan, tetapi demi penyelamatan hidup dan meningkatkan kesehatan dan keamanan.”

BAB III
PEMBAHASAN
A. INTI DARI TEORI
Teori / model konsep Florence Nightingale memposisikan lingkungan sebagai focus asuhan keperawatan, dan perawat tidak perlu memahami seluruh proses penyakit, model dan konsep ini dalam upaya memisahkan antara profesi keperawatan dangan kedokteran. Orientasi pemberian asuhan keperawatan / tindakan keperawatan lebih diorientasikan pada pemberian udara, lampu, kenyamanan, kebersihan, ketenangan dan nutrisi yang adequate, dengan dimulai dari pengumpulan data dibandingkan dengan tindakan pengobatan semata, upaya teori tersebut dalam rangka perawat mampu menjalankan praktik keperawatan mandiri tanpa bergantung pada profesi lain.
Model dan konsep ini memberikan inspisi dalam perkembangan praktik keperawatan, sehingga akhirnya dikembangkan secara luas, paradigma perawat dalam tindakan keperawatan hanya memberikan kebersihan lingkungan kurang benar, akan tetapi lingkungan dapat mempengaruhi proses perawatan pada pasien, sehingga perlu diperhatikan.
Teori Nightingale memandang Pasien dalam kontek lingkungan keseluruhan :
v Lingkungan fisik
v Psikologis
v Sosial

Nightingale tidak memandang perawat secara sempit yang hanya sibuk dengan masalah pemberian obat dan pengobatan, tetapi lebih berorientasi pada pemberian udara, lampu, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan dan nutrisi yang adekuat ( Nightingale, 1860; Torres, 1986 ). Pemberian nutrisi yang adekuat pada pasien sangatlah penting. Pasien memerlukan nutsrisi untuk mempertahankan fungsi tubuh dan untuk tumbuh. Pasien harus mendapatkan kalori yang cukup, dalam bentuk karbohidrat, lemak, dan protein untuk menyuplai energi. Tubuh pasien juga memerlukan asam amino yang ditemukan dalam protein untuk membangun dan mempertahankan struktur sel dan jaringan yang lebih besar. Dan akhirnya pasien pun memerlukan vitamin dan mineral untuk metabilisme dan untuk mengatur banyak proses tubuh pasien. Individu yang sakit memerlukan banyak makanan daripada orang sehat dalam upaya penyembuhan dan pemulihan. Sebagai contoh pasien yang menjalani pembedahan membutuhkan diet yang mengandung banyak vitamin C dan protein karena ini dapat membantu penyemabuhan. Protein juga secara khusus penting untuk melawan infeksi karena antibodi yang digunakan tubuh untuk melawan infeksi adalah protein. Diet adekuat juga penting. Namun, banayak penyakit membuat seseorang sulit makan, atau memebuata pasien sulit untuk mencerna makanan.
Melalui observasi dan pengumpulan data, Nightingale menghubungkan antara status kesehatan klien dengan faktor lingkungan dan, sebagai hasil, yang menimbulkan perbaikan kondisi higiene dan sanitasi selama perang Crimean. Kondisi higene penting untuk membantu pasien tetap bersih dan untuk merawat kulit, mulut, rambut, mata, telinga, kuku. Di jaman sekarang ketika seseorang sakit, akan sulit memikirkan tentang mandi atau menyikat gigi atau membersihkan kuku; bernapas atau mengatasi nyeri tampak lebih penting. Oleh karenanya, perawat perlu melihat apakah pasien dapat mebersihkan diri mereka sendiri dan membantu mereka bila mungkin. Penting untuk menanyakan pasien apa yang biasanya mereka lakukan dan bagaimana mereka menginginkan bantuan. Praktik budaya dan agama dapat membedakan praktik higiene. Higiene adalah sangat pribadi dan masing – masing individu mempunyai ide yang berbeda tentang apa yang mereka ingin lakukan. Jika memungkinkan, perawat harus membantu pasien memeniuhi kebutuhan pribadinya daripada melakukan standar rutin.
Perawat adalah orang yang membantu proses penyembuhan penyakit tetapi tidak untuk menyembuhkan penyakit. Ini karena tugas seorang perawat adalah merawat orang yang sakit dan dokter adalah orang yang berperan penting dan sangat membantu dalam proses penyembuhan penyakit. Itulah beda perwat dan dokter.perawta juga bukan hanya memberikan obat untuk menyembuhkan penyakit kepada si pasien tetapi mereka juga harus bisa membuat lingkungan fisik, psikologis, sosial pasien sembuh. Setelah mereka merasa sehat atau sembuh dari penyakit baik lahir maupun batin mereka tenang dan nyaman. Pada saat pasien berada di rumah sakit pun perawat di tuntut untuk memberikan kenyamanan bagi pasien, artinya kita bisa meringankan penderitaan sakit si pasien itu dan dalam perawatan pasien tidak dibedakan yang kaya dan miskin.
Kelebihan Teori Keperawatan Florence Nightingale :
1.        Salah satu kisah fakta yang mencetuskan teori modern dalam dunia keperawatan.
2.         Pada zaman keperawatan Florence Nightingale memandang pasien dalam kontek keseluruhan lingkungan yaitu lingkungan fisik, psikologis, sosial.
3.        Florence Nightingale memandang perawat tidak hanya sibuk dengan masalah pemberian obat dan pengobatan saja, tetapi lebih berorientasi pada pemberian udara, lampu, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan, dan nutrisi adekuat.
4.        Pengkajian atau observasi yang dilakukan Florence Nightingale bukan demi berbagai informasi atau fakta yang mencurigakan, tetapi demi penyalamatan hidup dan meningkatkan kesehatan dan keamanan.
5.        Semua tindakan yang dilakukan penuh kasih sayang dan bekerja untuk Tuhan Y.M.E.
6.        Asuhan keperawatan yang diberikan penuh dengan semangat semata-mata untuk kesembuhan pasien.
Kelemahan Teori Keperawatan Florence Nightingale :
1.        Teori Keperawatan Florence Nightingale sempat diragukan kemampuannya.
2.        Perawat pada saat itu dianggap pekerjaan remeh dan disepelekan oleh banyak orang.
3.        Kurangnya dukungan dari perawat lain dalam proses pelayanan dan perkembangannya saat itu.
4.        Kurangnya sarana dan pra-sarana yang menunjang.
BAB IV
PENUTUP
B. SARAN
Florence nigtingale merupakan seorang perawat yang perlu ditiru dalam proses keperawatan dan proses penyembuhan penyakit. Dia merupakan lady with the lamp bagi pasien yang sakit. Maka kita sebagai perawat hasuslah sebagi penerang bagi pasien yang kita rawat. Marilah kita sebagai perawat berusaha untuk meringankan penderitaan pasien yang kita rawat. Rawatlah pasien seperti kita merawat orang yang paling kita sayang. Agar pasien merasa nyaman pada saat di sakit bukan menderita lagi. jangan pantang menyerah dan berputus asa dalam merawat pasien. Menjadi perawat bukanlah pekerjaan yang mudah, tetapi kalau kita tidak mencoba kita tidak akan pernah bisa. Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mempunyai tekad untuk melakukannya dengan gigih dan rajin.

Thursday, 14 November 2013

Ada Rindu
oleh Rifki Hidayat

Kalau saja aku tak pernah mengenalmu
dan kau pun tak pernah meninggalkanku
Mungkin aku tak kan pernah tau yang namanya rindu

Aku rindu cara kau menatapku
Aku rindu cara kau membuatku tersenyum
dan aku rindu semua tentangmu,,,

Ada rindu yang kini menggantung di sukmaku
terpatri hanya pada hatimu
Rinduku padamu mengalahkan gelisah dan gundahku
Aku tak mampu menghapus bayangmu
Tulusmu adalah harmoni hatiku

Kalau saja aku tak pernah mengenalmu
Mungkin aku tak kan pernah tau cantiknya pagi,,,
indahnya senja,,, dan hangatnya mentari,,,

KESEHATAN



MAKALAH
“PERKEMBANGAN KESEHATAN
PADA MASA RASULULLAH SAW”
Disusun guna Memenuhi Tugas Mata Kuliyah
PAI
Dosen pengampu : Dr. H. Mudzakkir Ali, MA









Disusun Oleh :
Putri Diana Astiwi
NIM : 135010951


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG
TAHUN AKADEMIK 2013-1014
KATA PENGANTAR


Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ” Perkembangan Kesehatan Pada Masa Rasulullah Saw”.
Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.

Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca. Amin.








Semarang, November 2013
Penyusun


      Putri Diana Astiwi







DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar…………………………………………………i
Daftar Isi………………………………………………………ii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang………………………………………………1
1.2 Tujuan Penulisa……………………………………………..2
1.3 Manfaat Penulisan…………………………………………..2

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.1 Devinisi Kesehatan………………………………………3
2.1.2 Kesehatan Di Zaman Rasulullah SAW………………….3
2.1.3 Kesehatan Masyarakat  zaman Rasululloh SAW……….4
2.1.3   Petunjuk Nabi dalam menjaga kesehatan…….………...5

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan………..……………………………………….9
     3.2 Saran…………………………………………………….....9

DAFTAR PUSTAKA






BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
     Kesehatan merupakan suatu hal yang sangat penting demi menunjang kelancarannya sebuah aktifitas dalam kehiduppan kita sehari – hari. Kesehatan adalah suatu anugrah dan kenikmatan tiada tara yang diberikan oleh Allah SWT. Untuk kita seluruh insan di muka bumi. Semua manusia menginginkan hidupnya selalu merasa sehat, segar, dan sejahtera. Dewasa ini masyarakat Indonesia pada umumnya masih dibawah standar kesehatan dibawah Negara ASEAN lainnya. Rendahnya standar kesehatan itu terkait dengan perilaku dan kebiasaan umum masyarakan Indonesia. Mereka memiliki pola hidup yang tidak memenuhi standar kesehatan mereka. Baik dari asupan makanan mereka maupuun dari kebiasaan buruk mereka. Kandungan makanan yang saat ini dikonsumsi masyarakat Indonesia sudah tidak memperhatikan asupan gizi dan manfaatnya. Serta kebiasaan kebiasaan masyarakat  Indonesia yang tidak mereka sadari bahwa sesungguhnya apa yang mereka lakukan tersebut tidak baik bagi mereka.
     Sesungguhnya kita sebagai umat islam perlu bersyukur, sebab Allah SWT menurunkan seorang nabi yang menjadi suri tauladan bagi kita. Panutan dan contoh terbaik bagi kita atas segala sesuataunya. Beliau nabi besar kita.nabi junjungan kita. Muhammad SAW. Namun, sebagian besar dari kita belum mengenal dan tahu banyak tentang kesehatan di masa Nabi Muhammad SAW. Padahal telah kita ketahui bahwa banyak sejarah nabi yang mengajarkan kita bahwa pentingnya menjaga kesehatan. Karna sesungguhnya kesehatan bagi Rasulullah adalah asset paling berharga yang tidak ternilai harganya. Oleh karena itu makalah ini kami angkat dikarenakan perlunya kita ketahui perlunya sejarah kesehatan yang beliau lakukan dizamannya. Masyarakat awam yang selama ini tidak mengetahui bagaimana Rasululloh menjaga dan merawat kesehatanya, menjadi tahu dan mengerti bahkan mengaplikasikan dalam kehidupanya.




1.2 Tujuan Penulisan
     Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui sejarah mengenai pola hidup sehat Rasulullah SAW di zamannya.
1.3 Manfaat Penulisan
       Adapun manfaat dari penulisan makalah ini berupa ilmu penggetahuan yang menurut kami sangat bermanfaat dan berguna bagi kami terutama bagi perubahan sikap dan kebiasaan kami dari yang kami tidak ketahui menjadi tahu untuk kami terapkan dalam perubahan sehari – hari.
















BAB II
PEMBAHASAN
       2.1.1 Defenisi Kesehatan
·         Kesehatan menurut WHO : Suatu keadaan sehat jasmani, rohani, dan social yang merupakan aspek positif dan tidak hanya bebas dari kecacatan dan penyakit yang merupakan aspek negative.
·         Kesehatan menurut Winslow : Ilmu dan seni, mencegah penyakit, memperpanjang hidup meningkatkan kesehatan melalui usaha pengorganisasian masyarakat.
       2.1.2 Kesehatan di zaman Rasululloh SAW.
·         Firman Allah SWT : “Kemudian kamu pasti akan di tanya pada hari itu tentang kenikmatan ( At-Takasur : 8 ). Yang dimaksud dengan kenikmatan adalah “kesehatan”.
·         Dasar amalan dari tindakan preventif ada pada firman Alloh swt
( Al-Maidah : 6 ). “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan ( basuh ) kakimu sampai dengan siku. Dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air ( kakus ) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidakk memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik ( bersih ), sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak memberihkan kamu dan menyempurnakan nikmatNya bagimu, supaya kamu bersyukur.
·         Ungkapan Al-Harts Bin Kaladah seorang tabib bangsa arab yang mengatakan bahwa pencegahan adalah inti dari pengobatan, dan lambung adalah sarang penyakit, biasakanlah tubuh melakukan setiap hal yang bias dilakukannya.
·         Sabda Rasulullah saw : “ Sesugguhny alambung itu adalah ibarat kolam dalam ubuh. Seluruh pembuluh darah ibarat aliran air yang bermuara kepadanya. Kalau lambung sehat, maka seluruh pembuluh darah akan sehat. Kalau lambung sakit,  maka pembuluh darah juga sakit”.
       2.1.3 Kesehatan Masyarakat  zaman Rasululloh saw.
                Tindakan preventif  Rasululloh saw atau pencegahan ada dua macam :
1.      Pencegahan dari hal-hal yang dapat menyebabkan sakit, atau dari hal – hal yang memperparah penyakit yang sudah ada sehingga setidaknya penyakit tidak dapat bertambah parah. Cara pertama ini disebut pencegahan penyakit bagi orang sehat.
2.      Tindakan preventif bagi orang sakit. Kalo orang sakit mampu melakukan tindakan preventif, maka penyakitnya bias dicegah agar tidak semakin parah sehinggai ia dapat meningkatkan stamina sehinga dapat mengusir penykit tersebut.
Firman Alloh SWT : surat Al maidah Ayat  6 : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan ( basuh ) kakimu sampai dengan siku. Dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air ( kakus ) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidakk memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik ( bersih ), sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak memberihkan kamu dan menyempurnakan nikmatNya bagimu, supaya kamu bersyukur.
Disini orang sakit dicegah menggunakan air, karena air pada kasus tertentu dapat membahayakan tubuhnya.
                       










       2.1.3   Petunjuk Nabi dalam menjaga kesehatan
       Kestabilan tubuh, kesehatan dan kebugarannya hany bias dicapai melalui unsure kelembaban yang dapat menandingi panas. Unsure pelembab adalah materi dasar. Sementara suhu panas berfungsi mematangkan materi tersebut dan mengusir sisa-sisa metabolism yang tidak berguna, lalu memperbaiki dan menstabilkannya. Namun kalau tidak berhasil, justru akan merusak badan sehingga tubuh tidak dapat berdiri tegak.
       Demikian juga dengan kelembaban yang merupakan makanan dari kelembaan tersebut. Kalau tidak ada kelembaban, pasti badan sudah terbakar kering dan rusak. Kedua unsur  tersebutt harus saling melengkapi, karena tubuh hanya dapat berdiri tegak dengan unsur tersebut.masing masing menjadi materi yang sangat berguna bagi organ tubuh yang lain. Panas menjadi materi dasar untuk suhu lembab, menjaga dan mengawetkannya sehingga tidak mudah rusak dan terkontamiasi. Semua itu merupakan pelajaran yang dapat di petik dari firman Allah swt, “makan dan minumlah akan tetapi tidak berlebihan”.
       Allah membimbing para hambanya  untuk menkonsumsi makanan dan minuman untuk dapat mengelola tubuh untuk mejadi prima, untuk mengganti unsur yang hilang karena proses pembakaran dan kontaminasi alami. Tentunya sesuai dengan kadar yang di butuhkan oleh tubuh manusia itu sendiri, baik dari sisi kualias maupun kuantitas makanan yang dikonsumsi. Kalau melebihi takaran, berarti berlebih lebihan. Keduanya dapat mengganggu kesehatan, bias menimbulkan penyakit yakni bahwa meninggalkan makan dan minum, atau berlabihan dalam makan dan minum, sama-sama mengganggu kesehatan.
       Tujuan pengobatan bukan mengabadikan unsur panas dan dingin sehingga orang dapat hidup awet muda, sehat dan kuat selamanya. Karena kondisi tersebut tidak akan dicapai oleh umat manusia di dunia ini. Seorang ahli medis hanya bias mnjaga keelembaban tubuh dari unsur-unsur yang merusak, seperti pembusukan dan lainnya, juga menjaga unsure panas agar tidak terlalu meluap. Lalu menstabilkan tubuh manusia dengan berbagai cara sehingga tubuh manusia dapat menjadi prima sebagaimana kondisi  langit dan bumi yang bias tetap tegak. Atau juga berbagai ciptaan Allah lainnya, semua juga bias tegak dengan system kestabilan tadi.
       Siapa saja menyalami petunjuk nabi, pasti akan dia dapatkan petunju tersebut sebagai petunjuk yang paling utama dalam menjaga kesehatan. Karena penjagaan kesehatan tergantung pada penjagaan makan, minum, pakaian, tempat tinggal, udara, tidur, waktu terjaga, waktu beraktifitas, waktu istirahat, berhubungan seks, buang air, dan perawatan tubuh. Dan disesuaikan dengan kondisi tubuh, usia dan kebiasaan, niscaya kesehatan, keselamatan, kondisi prima tubuh akan lebih terjaga hingga akhir usia. Karena kesehatan adalah kenikmatan Allah yang terbesar bagi hambanya, karunia Allah yang paling berharga, pemberian Allah yang paling tinggi nilainya, bahkan kesehatan dan keselamatan secara mutlak lebih dari seluruh kenikmatan yang lain, maka orang yang mendapat karunia dan taufik Allah swt niscaya akan menjaga kesehatan tubuhnya dan menjaga dari segala hal yang dapat mengganggu kesehatanya.
       Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Shahihnya dari Ibnu Abbas bahwa Rasululloh SAW bersabda :
“ Dua bentuk kenikmatan yang sering kali dilupakan : kesehatan dan waktu senggang”. Sementara dalam firman Allah swt dalam surat Attakatsur ayat 8 : “Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan”. Yang dimaksud kenikmatan disini yaitu kesehatan.
       Dalam masnad Imam Ahmad diriwayatkan dari nabi bahwa beliau pernah bekata kepada Abbas : “Hai Abbas, Hai paman Rasulullah ! mintalah kesehatan dan afiat di dunia dan di akhirat”. Dalam sunan An-Nasa’I diriwayatkan  hadis Abu Hurairah secara marfu’ bahwa beliau bersabda : “Mintalah ampunan, keselamatan dari Allah swt, Karena setelah keyakinan, tidak ada hal lain  yang lebiih berharga bagi seorang hamba dari pada kesehatan”.
       Demikian persoalan kesehatan dan keselamatan menurut petunjuk nabi bagaimana beliau menjaga keduanya. Sehingga menjadi jelas bagi siapa saja yang menelitinya bahwa Allah menyempurnakan petunjuk secara mutlak. Yang dengan cara itu, seorang hamba akan memperoleh kesehatan jasmani maupun rokhani. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan, dan hanya kepadaNya kita bersandar. Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah swt.
       Berbagai petunjuk Rasulullah saw dalam menjaga kesehatanya adalah sebagai berikut :
1.    Selektif terhadap makanan. Tidak ada makanan yang masuk ke mulut beliau, kecuali makanan tersebut memenuhi syarat hallal dan thayyib ( baik ).
2.    Tidak makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.
3.    Makan dengan tenang, tuma’ninah, tidak tergesa-gesa dan dengan tempo sedang.
4.    Cepat tidur dan cepat bangun.
5.    Istiqomah melakukan puasa sunnat, di luar puasa Ramadhan.
6.    Selalu bangun sebelum subuh. Karena terdapat hikmah yaitu : berlimpah pahala dari Allah, kesegaran udara subuh yang bagus untuk kesehatan, dan memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.
7.    Aktif menjaga kebersihan.
8.    Gemar berjalan kaki.
9.    Tidak pemarah. Nasihat Rasulullah : “jangan marah” di ulangi 3 kali. Ini mewujudkan hakikat kesehatan dan kekuatan muslim bukan terletak pada jasadiyah belaka. Tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :
·         Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring.
·         Membaca ta’awudz, karena marah itu dari syetan.
·         Segeralah berwudhu
·         Sholat 2 rakaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati.
10.  Tak pernah iri hati. Untuk menjaga stabilitas hati dan kesehatan jiwa, mentalisasi maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif  yang sangat tepat.
Ibnu Qoyyim, seorang intelektual Islam berkata : “Barang siapa yang memperhatikan pola tidur Rasulullah, niscaya ia akan memahami pola tidur yang benar dan paling bermanfaat untuk badan dan organ tubuh”. Posisi tidur Nabi saw adalah miring ke sebelah kanan. Adapun manfaat dari tidur miring ke kanan yaitu :
1.      Menjaga seluruh pernafasan
Tidur miring mencegah  jauhnya lidah ke pangkal yang dapat mengganggu saluran pernafasan. Tidur dengan posisi terlentang mengalibatkan saluran nafas terhalang oleh lidah. Yang juga mengakibatkan seorang mendengkur. Orang yang mendengkur saat tidur menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Bahkan terkadang dapat mengakibatkan terhentinya nafas untuk beberapa detik yang akan membangunkan dari tidur,  orang tersebut biasanya akan bangun dengan keadaan pusing karena tubuh kekurangan oksigen yang masuk ke dalam otak.
2.      Menjaga kesehatan jantung.
Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak akan tetimpa organ lainnya. Hal ini di sebabkan karena posisi jantung lebih menjorok dan condong di sebelah kiri. Tidur bertumpu pada sebelah kiri menyebabkan curah jantung akan berlebihan, karena darah yang masuk ke atrium juga banyak karena paru paru kanan berada di atas. Sedangkan paru-paru kanan mendapat pasokan darah yang lebih banyak dari yang sebelah kiri.
3.      Menjaga kesehatan paru-paru.
Paru-paru kiri lebih kecil dibandingkan dengan paru-paru sebelah kanan, jika tidur miring ke sebekah kanan, jantung akan condong ke sebelah kanan. Hal ini tidak menjadi masalah karena paru-paru kanan lebih besar. Lain halnya jika miring ke sebelah kiri, karena paru-paru kiri lebih kecil dan jika tertekan pleh jantung akan menjadi tidak baik.
Sehat itu mahal, menjaga tubuh dari perkara kecil akan bermanfaat besar bagi tubuh kita. Banyak berkaca pada pola hidup rasululloh akan menambah kecintaan kita kepada diri sendiri dan mencintai Rasul yang kelak menyebabkan kita lebih menghargai hidup.






















BAB III
PENUTUP

       3.1 Kesimpulan
     Kesimpulan yang dapat kami ambil dari makalah ini bahwa, siapa lagi yang akan mencontoh rosul kita kalau bukan kita sendiri sebagai umatnya. Bukankah Allah SWT telah menurunkan nabi Muhammad saw di muka bumi untuk di jadikan tauladan. Maka ketahuilah tidak ada keraguan ketika Allah memerintahkan kita untuk mencontohi Rasulullah Saw, akhlak yang penuh kemuliaan, yang senantiasa memelihara perilaku, ibadah, ilmu, dan kesehatanya.

3.2 Saran
     Adapun saran yang dapat kami sampaikan adalah pentingnya materi yang kami paparkan ini dapat diaplikasikan oleh seluruh pembaca bahkan saya sendiri untuk membiasakan pola hidup sehat dari sekarang yang sejak dulu di ajarkan oleh Rasulullah saw untuk kita terapkan dalam aktivitas sehari-hari yang kita lakukan.









                                                                                                                                           


DAFTAR PUSTAKA

Notoatmodjo, soekidjo, ilmu kesehatan masyarakat (prinsip-prinsip dasar), PT. Rineka Cipta, Jakarta:2003